Wamena, Papua Pegunungan – Mei 2026
Konflik perang suku kembali terjadi di Kabupaten Jayawijaya, tepatnya di wilayah Wamena, Papua Pegunungan. Bentrokan antar warga dari beberapa kelompok suku dilaporkan pecah sejak pertengahan Mei 2026 dan sempat meluas ke sejumlah titik.
Perang suku ini melibatkan kelompok dari suku Lanny, Kurima (Hubla), dan Dani. Bentrokan terjadi di beberapa lokasi seperti Distrik Wouma, Jalan Diponegoro, hingga kawasan Pasar Wouma. Massa dari kedua pihak saling menyerang menggunakan senjata tradisional seperti panah, parang, dan batu.
Berdasarkan laporan kepolisian, konflik tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan sedikitnya 19 orang mengalami luka-luka, baik luka berat maupun ringan. Selain korban jiwa, sejumlah rumah warga dilaporkan terbakar akibat eskalasi konflik.
Konflik dipicu oleh persoalan lama terkait denda adat dari kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada tahun sebelumnya. Mediasi yang tidak mencapai kesepakatan membuat ketegangan kembali memanas hingga berujung bentrokan terbuka antar kelompok.
Situasi dan Penanganan
Aparat kepolisian bersama TNI dikerahkan untuk mengendalikan situasi dan memisahkan massa. Pemerintah daerah juga meminta tambahan pasukan guna mengantisipasi konflik meluas.
Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama tokoh adat dan tokoh agama langsung melakukan mediasi. Hasilnya, konflik dinyatakan mulai mereda dan difokuskan pada pemulihan masyarakat terdampak.
Perang suku ini berdampak besar terhadap aktivitas warga, termasuk terganggunya kegiatan ekonomi, pendidikan, serta munculnya pengungsian sementara. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak memperpanjang konflik.
